Banyak yang Tertipu, Dikira Nissan Skyline GTR


Ini adalah Nissan Skyline R33 produksi 1996, tetapi versi Gran Turismo Racer (GTR). Setelah mengamati bentuknya, Anda mungkin akan menyebutnya sebagai Nissan Skyline GTR. Namun maaf, Anda keliru. Soalnya, Nissan memakai nama Skyline GTR mulai pada 2002, dari hasil pengembangan model sebelumnya yang bernama Skyline R32 (1989), R33 (1995), dan R34 (1999) yang tetap sebagai versi GTR.

Spek mobil ini memang di bawah gen GTR, tetapi tampilannya telah banyak mengelabui orang. “Sudah banyak yang ketipu dengan ubahan di Skyline ini,” komentar sang pemilik, Willy Cahyadi Hadiwijaya, di Jakarta yang bisa dikatakan sebagai orang paling beruntung karena boleh dibilang mobil ini jarang ada di Indonesia. Justru, R32 dan R34 sudah ada.

Makanya, pentolan bengkel Namura Hyan ini coba mengonversikan bentuk R33 menjadi model GTR. Untuk mengubahnya, Willy mengaku bahwa hal itu lebih susah ketimbang proses custom. Yang lebih repot lagi, ia menginginkan ubahan itu betul-betul bertampang GTR dan sudah fully tuned. Mau tak mau, sisten plug n play pun dilakoni.

Pembedahan pun dimulai dari bemper depan, yang dibikin custom dari fiberglass. Pemasangan sedikit repot karena intercooler bawaan GTR lebih besar sehingga harus mengubah ukuran dudukan pada bemper. Begitu juga dengan pemasangan air duct, bagian ini lumayan ribet karena harus teliti dalam hal ukuran.

Lampu depan juga harus ditukar dengan punya GTR, yang sudah mengadopsi model proyektor. Selain itu, pemasangan grill harus presisi, termasuk emblem GTR. Meski kelihatan simpel, bagian itu tak asal nempel karena ada dudukan yang bentuknya harus sama dengan tulisan GTR.

Pindah ke samping, GTR ini memiliki side mark atau sein terbuat dari mika (putih). Willy mendapatkannya dari Australia, punya NISMO, dengan harus merogoh kocek Rp 2,5 juta.

Yang lumayan sulit adalah saat pemasangan fender belakang. Pasalnya, bodi asli kurus, sementara khas GTR lebar. Untuk mendapatkan nut pada bodi GTS25ST, ada lekukan di fender yang tipis itu. Meski menemukan solusi—fender GTR hanya ditempel—bukan berarti masalah itu beres. Karena fender belakang lebar, velg harus dikasih adaptor. Soalnya, gardan belakang GTR punya sumbu roda lebih lebar.

Untuk sayap belakang, Willy memperoleh langsung barang itu dari Jepang. Sementara itu untuk interior, R33 dan GTR beda tipis sehingga tak banyak ubahan. (Tomo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: