sejarah petronas


http://aedesign.files.wordpress.com/2009/11/petronas-towers.jpg?w=234&h=341

Petronas yang bertitik-tolak dari sebuah badan pemerintah Perusahaan Minyak Malaysia telah didirikan pada 17 Agustus 1974. Petronas atau minyak bumi Nasional Berhad telah didaftarkan di bawah Akta Perusahaan-Perusahaan 1965.

Pada 1 Oktober 1974, dengan termaktubnya Akta Kemajuan Petroleum, Petronas telah diberi hak, kuasa, kebebasan dan keistimewaan di dalam menangani dan memajukan sumber minyak bumi di Malaysia. Individu yang bertanggung jawab untuk mendirikan Petronas adalah Tan Sri Tengku Razaleigh Hamzah yang ketika itu terpengaruh dengan perolehan perusahaan minyak milik Indonesia yaitu Pertamina.
Sebelum 1974, operasi minyak di Malaysia dilakukan oleh perusahaan minyak multinasional melalui sistem konsesi untuk mencarigali minyak bumi di perairan Sulawesi, Maluku dan Barat. Antara perusahaan-perusahaan carigali minyak yang memegang konsesi adalah Shell dan ExxonMobil. Kilang pengolahan minyak Shell di Port Dickson dibuka pada tahun 1962. Ketika itu minyak dibeli dari luar negara.
Tengku Razaleigh Hamzah
Raja Mohar bin Raja Badiozaman

Pendirian perusahaan minyak negara merupakan titik tolak kepada kontrol dan keterlibatan negara yang lebih dalam industri minyak. Antara ketua Petronas adalah Raja Mohar bin Raja Badiozaman.

Sejarah penemuan minyak bumi

Sejarah minyak di Malaysia dimulai pada abad ke-19. Rakyat Bumiputera di Sabah dan Sarawak telah menyadari adanya serapan minyak atau ‘minyak tanah’ seperti dikenal di setengah-setengah tempat terutama di sekitar kampung Miri.

* Juli 1882, Residen Inggris di daerah Baram telah mencatat adanya penemuan minyak. Ia mencatat penduduk Melayu setempat menggunakan minyak untuk tujuan medis dan untuk menghidupkan lampu minyak dan juga sebagai campuran damar untuk menampal perahu.

* 1909, perusahaan minyak Anglo-Saxon yaitu perusahaan asal kepada Serikat Barat Shell hari ini telah diberi hak untuk mengeksploitasi sumber minyak bumi yang terdapat di seluruh Timur.

* Agustus 1910, Minyak ditemukan di Kampung Miri. Pada mulanya, sebanyak 8 tong minyak sehari telah dikeluarkan. Miri dapat dikatakan sebagai situs bermulanya industri minyak bumi secara komersial di Malaysia.

* 1929, produksi 29000 tong sehari. Carigali minyak tertumpu di daratan kota Miri saja.

* Tahun 1941-1945, sumur minyak Miri rusak parah. Pengeluaran gagal dijalankan dan terpaksa ditutup pada Juli 1972 sehingga ke hari ini.

* 1968, sumur minyak lepas pantai yang pertama, West Lutong memulai produksi. 4000 tong minyak sehari dikeluarkan pada tahun 1968. 4 medan minyak telah diusahakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: